Manchester United kembali menduduki posisi puncak, namun kali ini mereka memimpin daftar tim yang paling dibenci di daratan Britania.
Jawara Liga Premier 19 kali itu meraih hampir sepertiga dari total suara yang diambil dari survei di kalangan fans.
Di belakangnya, Chelsea menguntit dengan 10% suara, dan Arsenal dengan 9,3%. Di posisi keempat ada Liverpool yang diikuti pimpinan klasemen saat ini, Manchester City di peringkat lima.
Alasan yang dikemukakan para responden tersebut beragam, namun hanya 6% yang menyebut sukses klub sebagai alasan di balik ketidaksukaan mereka.
Faktor terbesar justru adalah sejarah rivalitas (21,5%) diikuti oleh kelakuan pemain (14,6%) dan kelakuan fans klub bersangkutan (17,45%). Faktor lain termasuk kedekatan geografis dari klub asal fans (11,45%), kekayaan klub (9,6%) dan sikap sang manajer (6,7%).
Survei ini dilakukan di kalangan 2000 suporter oleh bandar judi 888sport, jelang pertemuan dua pemuncak klasemen liga yang kebetulan juga dua rival dari kota Manchester, City dan United.
Tujuan dari survei ini sebetulnya adalah untuk mengetahui apakah kekayaan pemilik baru The Citizens sudah membuat mereka tak lebih populer dari sang tetangga.
Namun yang mengejutkan, justru Setan Merah yang meraih predikat paling tak disukai ketimbang 'tetangganya yang berisik'.
Sabtu, 22 Oktober 2011
Jumat, 21 Oktober 2011
"AC Milan Bakal Bisa di Atas Barcelona"
Demetrio Albertini mantan pemain AC Milan merasa yakin jika Rossoneri bakal sanggup finish di atas Barcelona di Grup H Liga Champions musim ini.
Menurut pemain yang pernah menjadi langganan Azzurri selama dirinya masih aktif itu, Barca memang jawara bertahan Eropa namun bukan berarti pasukan Josep Guardiola adalah tim yang tak terkalahkan.
Pertemuan pertama Barca dan milan musim ini terjadi di Nou Camp, saat itu Rossoneri pulang dengan kepala tegak sebab sanggup memaksakan hasil imbang 2-2 berkat gol di masa injury time.
Kedua tim akan bertemu lagi di November nanti, dan Albertini yakin Si Iblis Merah asal kota Milan tersebut nantinya yang bakal menang sekaligus menjadi penguasa Grup H.
"Seperti yang dikatakan sendiri oleh Guardiola, Barcelona bukanlah tim yang tidak terkalahkan," katanya sang mantan gelandang kepada Corriere della Sera.
"Jika kita melihat pertandingan terakhir mereka, kita melihat tidak mudah bagi mereka untuk mengalahkan Viktoria Plzen, meskipun mereka bermain jauh lebih baik dari Plzen."
"Saya pikir Milan bisa lolos ke 16 besar melalui hal seperti ini nantinya, baik sebagai pemuncak atau runner up dalam Grup H. Milan harusnya tidak boleh merasa nyaman untuk tempat kedua saja."
"Barca adalah tim terbaik di dunia, tetapi mereka juga tetap bisa mengalami kekalahan dalam sebuah pertandingan," pungkas sang legenda menasehati mantan timnya tersebut.
Menurut pemain yang pernah menjadi langganan Azzurri selama dirinya masih aktif itu, Barca memang jawara bertahan Eropa namun bukan berarti pasukan Josep Guardiola adalah tim yang tak terkalahkan.
Pertemuan pertama Barca dan milan musim ini terjadi di Nou Camp, saat itu Rossoneri pulang dengan kepala tegak sebab sanggup memaksakan hasil imbang 2-2 berkat gol di masa injury time.
Kedua tim akan bertemu lagi di November nanti, dan Albertini yakin Si Iblis Merah asal kota Milan tersebut nantinya yang bakal menang sekaligus menjadi penguasa Grup H.
"Seperti yang dikatakan sendiri oleh Guardiola, Barcelona bukanlah tim yang tidak terkalahkan," katanya sang mantan gelandang kepada Corriere della Sera.
"Jika kita melihat pertandingan terakhir mereka, kita melihat tidak mudah bagi mereka untuk mengalahkan Viktoria Plzen, meskipun mereka bermain jauh lebih baik dari Plzen."
"Saya pikir Milan bisa lolos ke 16 besar melalui hal seperti ini nantinya, baik sebagai pemuncak atau runner up dalam Grup H. Milan harusnya tidak boleh merasa nyaman untuk tempat kedua saja."
"Barca adalah tim terbaik di dunia, tetapi mereka juga tetap bisa mengalami kekalahan dalam sebuah pertandingan," pungkas sang legenda menasehati mantan timnya tersebut.
Kamis, 20 Oktober 2011
Iniesta: Ronaldo Salah Satu yang Terbaik
Gelandang Barcelona, Andres Iniesta, memuji penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Menurut Iniesta, Ronaldo adalah salah satu pemain terbaik dunia.
"Aku tidak memiliki pendapat mengenai pendukung yang pikirkan dan katakan. Namun, menurutku, Cristiano adalah pemain besar. Dia salah satu pemain terbaik di dunia," kata Iniesta kepada AS.
Iniesta juga membantah pendapat yang menyebutnya berambisi meraih gelar pemain terbaik dunia. Menurut gelandang Spanyol itu, dirinya hanya ingin bermain sepak bola dan mengantarkan Barca meraih gelar.
"Sekarang, tidak ada yang meragukan Messi adalah pemain nomor satu. Hal-hal seperti itu tidak mengkhawatirkanku. Yang aku khawatirkan apakah aku tetap berada di level terbaik untuk membantu Barcelona memenangkan gelar," jelas gelandang berusia 27 tahun itu.
"Aku bermain bukan untuk menjadi pemain terbaik dunia. Aku tidak peduli jika aku yang terbaik atau tidak. Aku bermain sepak bola karena hasratku. Aku berada di klub terbaik dunia dan karena itu membuatku senang untuk memenangkan gelar dan melihat orang senang dengan keberhasilan kami." sambungnya.
"Aku tidak memiliki pendapat mengenai pendukung yang pikirkan dan katakan. Namun, menurutku, Cristiano adalah pemain besar. Dia salah satu pemain terbaik di dunia," kata Iniesta kepada AS.
Iniesta juga membantah pendapat yang menyebutnya berambisi meraih gelar pemain terbaik dunia. Menurut gelandang Spanyol itu, dirinya hanya ingin bermain sepak bola dan mengantarkan Barca meraih gelar.
"Sekarang, tidak ada yang meragukan Messi adalah pemain nomor satu. Hal-hal seperti itu tidak mengkhawatirkanku. Yang aku khawatirkan apakah aku tetap berada di level terbaik untuk membantu Barcelona memenangkan gelar," jelas gelandang berusia 27 tahun itu.
"Aku bermain bukan untuk menjadi pemain terbaik dunia. Aku tidak peduli jika aku yang terbaik atau tidak. Aku bermain sepak bola karena hasratku. Aku berada di klub terbaik dunia dan karena itu membuatku senang untuk memenangkan gelar dan melihat orang senang dengan keberhasilan kami." sambungnya.
Tevez Minta Mancini Minta Maaf
Pemain Manchester City Carlos Tevez meminta pelatih Robert Mancini meminta maaf untuk mengonfirmasi kepada publik bahwa dia tidak pernah menolak bermain. Namun, Sunsport mencatat, pelatih asal Italia itu menolak melakukannya. Jika permintaan ini tidak diindahkan juga, tampaknya tak ada jalan lain yang bisa diambil untuk mendamaikan kedua belah pihak. Sementara itu, Tevez sendiri bersumpah untuk menempuh semua jalan untuk menunjukkan kebenaran.
Kepada Sunsport, Tevez mengaku akan mengajukan banding ke dewan klub jika dirinya dijatuhkan sanksi oleh penegak disiplin klub. Jika kembali gagal, dia akan lakukan perlawanan ke Premier League.
Tak seorang pun orang di bangku Manchester City saat bertanding di Munich mendengar Tevez menolak bermain. Mereka tidak pernah mendengar Tevez mengatakan tak mau bermain kepada Mancini.
Bahkan juga asisten setia Mancini, David Platt dan Brian Kidd. Mereka tidak mendukung klaim sang manajer. Begitu pula, para pemain pengganti City yang duduk di bangku cadangan saat pertandingan Liga Champions dengan Bayern malam itu.
Mancini menyatakan bahwa dirinya meminta Tevez untuk melakukan pemanasan saat itu, lalu menurutnya, Tevez menjawab 'tidak'. Platt atau Kidd tidak memberikan konfirmasi atas pernyataan ini.
Mancini juga berkata bahwa dia berbicara pada Tevez dalam bahasa Italia, meskipun pemain asal Argentina itu tidak bisa berbahasa Italia.
Pelatih fisik City Ivan Carminati mengungkapkan bahwa Tevez mengatakan padanya bahwa dia tidak mau melakukan pemanasan karena dia sudah siap untuk bermain.
Ketika Carminati bertanya untuk kedua kalinya, Tevez berdiri seperti mulai melakukan pemanasan dan langsung diminta duduk lagi oleh Mancini.
"Saya tidak ingin memainkanmu," kata Carminati mengutip pernyataan Mancini waktu itu.
Ini tentu mendukung klaim Tevez yang mengaku tak tahu bahwa dirinya akan ditempatkan di sejak pertama. Carminati mengakui bahwa kondisi di stadion sangat ribut sehingga sulit untuk mendengarkan secara pasti apa yang dikatakan dan jika Tevez memberikan penjelasan mengenai alasan dirinya tidak melakukan pemanasan, dia meragukan Mancini bisa mendengarkan pernyataan Tevez.
Namun, Mancini bersikeras bahwa penolakan Tevez untuk melakukan persiapan jelas-jelas sikap yang tak dapat ditolerir.Dia mengatakan bahwa dia membutuhkan pemain yang siap untuk bermain, namun dia merasa itu bukan Tevez.
Kidd yang memegang tugas untuk mengisi formulir bila ada pergantian pemain juga mengaku tidak ada formulir yang diisi atau diberikan kepada ofisial. Jadi di antara rekan-rekan Tevez sendiri, tak ada satupun yang mendengar Tevez menolak bermain.
Sementara itu, SunSport telah menemukan pernyataan saksi yang akan diserahkan hari ini kepada pengawas disiplin internal klub. Tapi, yang terpenting, Mancini telah mengungkapkan intrepretasinya terhadap peristiwa 27 September itu.
Kepada Sunsport, Tevez mengaku akan mengajukan banding ke dewan klub jika dirinya dijatuhkan sanksi oleh penegak disiplin klub. Jika kembali gagal, dia akan lakukan perlawanan ke Premier League.
Tak seorang pun orang di bangku Manchester City saat bertanding di Munich mendengar Tevez menolak bermain. Mereka tidak pernah mendengar Tevez mengatakan tak mau bermain kepada Mancini.
Bahkan juga asisten setia Mancini, David Platt dan Brian Kidd. Mereka tidak mendukung klaim sang manajer. Begitu pula, para pemain pengganti City yang duduk di bangku cadangan saat pertandingan Liga Champions dengan Bayern malam itu.
Mancini menyatakan bahwa dirinya meminta Tevez untuk melakukan pemanasan saat itu, lalu menurutnya, Tevez menjawab 'tidak'. Platt atau Kidd tidak memberikan konfirmasi atas pernyataan ini.
Mancini juga berkata bahwa dia berbicara pada Tevez dalam bahasa Italia, meskipun pemain asal Argentina itu tidak bisa berbahasa Italia.
Pelatih fisik City Ivan Carminati mengungkapkan bahwa Tevez mengatakan padanya bahwa dia tidak mau melakukan pemanasan karena dia sudah siap untuk bermain.
Ketika Carminati bertanya untuk kedua kalinya, Tevez berdiri seperti mulai melakukan pemanasan dan langsung diminta duduk lagi oleh Mancini.
"Saya tidak ingin memainkanmu," kata Carminati mengutip pernyataan Mancini waktu itu.
Ini tentu mendukung klaim Tevez yang mengaku tak tahu bahwa dirinya akan ditempatkan di sejak pertama. Carminati mengakui bahwa kondisi di stadion sangat ribut sehingga sulit untuk mendengarkan secara pasti apa yang dikatakan dan jika Tevez memberikan penjelasan mengenai alasan dirinya tidak melakukan pemanasan, dia meragukan Mancini bisa mendengarkan pernyataan Tevez.
Namun, Mancini bersikeras bahwa penolakan Tevez untuk melakukan persiapan jelas-jelas sikap yang tak dapat ditolerir.Dia mengatakan bahwa dia membutuhkan pemain yang siap untuk bermain, namun dia merasa itu bukan Tevez.
Kidd yang memegang tugas untuk mengisi formulir bila ada pergantian pemain juga mengaku tidak ada formulir yang diisi atau diberikan kepada ofisial. Jadi di antara rekan-rekan Tevez sendiri, tak ada satupun yang mendengar Tevez menolak bermain.
Sementara itu, SunSport telah menemukan pernyataan saksi yang akan diserahkan hari ini kepada pengawas disiplin internal klub. Tapi, yang terpenting, Mancini telah mengungkapkan intrepretasinya terhadap peristiwa 27 September itu.
Selasa, 18 Oktober 2011
Villas-Boas: Era Barca Segera Berakhir
Manajer Chelsea Andre Villas-Boas memprediksi era dominasi Barcelona di sepak bola Eropa bakal segera berakhir.
Pelatih asal Portugal itu mengakui bahwa Barcelona telah menjadi "contoh" bagaimana sepak bola seharusnya dimainkan dalam lima tahun terakhir, dengan prestasi berhasil tiga kali menjuarai Liga Champions dalam tiga tahun terakhir.
Namun meski mengakui raksasa Catalan tersebut telah meletakkan pondasi kuat untuk mencapai kesuksesan mereka dalam beberapa musim terakhir, Villas-Boas meramalkan awal kejatuhan Barca.
"Kesuksesan Barcelona dalam beberapa tahun dipadu dengan banyak hal yang telah membuat tim ini berjalan dengan kemampuan untuk bermain dengan sangat baik," kata Villas Boas yang mengakui bahwa Chelsea harus mengalahkan Barcelona bila ingin meraih Liga Champions musim ini.
"Sejumlah talenta datang dari tim muda mereka dan menjadi bersama dengan tim inti, dengan manajer yang mampu mempertahankan nilai-nilai klub seperti tak ada orang lain yang melakukannya," terang Villas-Boas seperti dilansir Sportinglife.
"Dalam empat atau lima tahun terakhir Barcelona punya talenta yang lebih baik, tapi menjadi pertanyaan untuk tahun-tahun berikutnya,"
Villas-Boas kini berusaha mempraktekkan cara yang sama seperti Barcelona untuk membawa kesuksesan di Chelsea.
Dalam beberapa pekan terakhir Chelsea mulai bermain seperti yang diinginkan Villas-Boas, dan hasil-hasil positif John Terry dkk membuat sang pemilik klub Roman Abramovich rutin menyaksikan langsung pertandingan di Stamford Bridge.
"Lemari trofi adalah hal yang sangat mudah dilihat. Tapi cara anda meraih sesuatu sangat, sangat berharga dan dihargai. Saya sangat menghormati hal itu lebih dari yang lain," ungkap Villas-Boas.
"Tapi apa yang diharapkan dari saya adalah untuk memenangkan piala, terutama di klub besar seperti ini,"
"Jadi saya tak akan memaafkan diri saya sendiri bila kehilangan kesempatan untuk memenangkan piala di klub ini," tegas mantan pelatih Porto itu.
Pelatih asal Portugal itu mengakui bahwa Barcelona telah menjadi "contoh" bagaimana sepak bola seharusnya dimainkan dalam lima tahun terakhir, dengan prestasi berhasil tiga kali menjuarai Liga Champions dalam tiga tahun terakhir.
Namun meski mengakui raksasa Catalan tersebut telah meletakkan pondasi kuat untuk mencapai kesuksesan mereka dalam beberapa musim terakhir, Villas-Boas meramalkan awal kejatuhan Barca.
"Kesuksesan Barcelona dalam beberapa tahun dipadu dengan banyak hal yang telah membuat tim ini berjalan dengan kemampuan untuk bermain dengan sangat baik," kata Villas Boas yang mengakui bahwa Chelsea harus mengalahkan Barcelona bila ingin meraih Liga Champions musim ini.
"Sejumlah talenta datang dari tim muda mereka dan menjadi bersama dengan tim inti, dengan manajer yang mampu mempertahankan nilai-nilai klub seperti tak ada orang lain yang melakukannya," terang Villas-Boas seperti dilansir Sportinglife.
"Dalam empat atau lima tahun terakhir Barcelona punya talenta yang lebih baik, tapi menjadi pertanyaan untuk tahun-tahun berikutnya,"
Villas-Boas kini berusaha mempraktekkan cara yang sama seperti Barcelona untuk membawa kesuksesan di Chelsea.
Dalam beberapa pekan terakhir Chelsea mulai bermain seperti yang diinginkan Villas-Boas, dan hasil-hasil positif John Terry dkk membuat sang pemilik klub Roman Abramovich rutin menyaksikan langsung pertandingan di Stamford Bridge.
"Lemari trofi adalah hal yang sangat mudah dilihat. Tapi cara anda meraih sesuatu sangat, sangat berharga dan dihargai. Saya sangat menghormati hal itu lebih dari yang lain," ungkap Villas-Boas.
"Tapi apa yang diharapkan dari saya adalah untuk memenangkan piala, terutama di klub besar seperti ini,"
"Jadi saya tak akan memaafkan diri saya sendiri bila kehilangan kesempatan untuk memenangkan piala di klub ini," tegas mantan pelatih Porto itu.
Messi: Saya Tak Akan Mau Saingi Ronaldo
Kesuksesan individual menjadi urusan belakangan yang terpenting kepentingan kelompok di atas segalanya, itu prinsip yang coba dipegang Lionel Messi.
Pemain yang dianggap sebagai batu pertama dari mahkota Barcelona itu menggaransi dirinya sama sekali tak terobsesi untuk bersaing dengan Cristiano Ronaldo secara individu.
Rivalitas dirinya dengan CR7 memang ibarat bumbu pedas tersendiri di samping rivalitas Barcelona-Real Madrid, tentu saja hal itu dimulai begitu Ronaldo memutuskan join ke Bernabeu sejak 2009 silam.
"Saya tak memiliki duel dengan Cristiano Ronaldo, apa yang saya inginkan hanya membantu klub saya untuk meraih yang terbaik," ucap El Pulga kepada konferensi pers.
"Saya tak pernah melihat Ronaldo untuk kemudian saya bandingkan dengan diri saya, tidak pernah saya berkeinginan lebih baik karena dirinya dan melebihinya,"
Ketika disinggung rekor gol Barcelona yang kemungkinan akan ia pecahkan, bocah Argentina ini kembali mengaku kalem dan biasa saja dengan hal itu semua.
"Saya ingin memenangi banyak gelar, karena hal ini akan menjadikan kita sebagai bagian dari sejarah. Semakin banyak gol yang bisa saya buat maka akan semakin bagus, namun bukan untuk memecahkan rekor, itu lebih karena untuk membantu tim ini," pungkasnya dengan humble.
Pemain yang dianggap sebagai batu pertama dari mahkota Barcelona itu menggaransi dirinya sama sekali tak terobsesi untuk bersaing dengan Cristiano Ronaldo secara individu.
Rivalitas dirinya dengan CR7 memang ibarat bumbu pedas tersendiri di samping rivalitas Barcelona-Real Madrid, tentu saja hal itu dimulai begitu Ronaldo memutuskan join ke Bernabeu sejak 2009 silam.
"Saya tak memiliki duel dengan Cristiano Ronaldo, apa yang saya inginkan hanya membantu klub saya untuk meraih yang terbaik," ucap El Pulga kepada konferensi pers.
"Saya tak pernah melihat Ronaldo untuk kemudian saya bandingkan dengan diri saya, tidak pernah saya berkeinginan lebih baik karena dirinya dan melebihinya,"
Ketika disinggung rekor gol Barcelona yang kemungkinan akan ia pecahkan, bocah Argentina ini kembali mengaku kalem dan biasa saja dengan hal itu semua.
"Saya ingin memenangi banyak gelar, karena hal ini akan menjadikan kita sebagai bagian dari sejarah. Semakin banyak gol yang bisa saya buat maka akan semakin bagus, namun bukan untuk memecahkan rekor, itu lebih karena untuk membantu tim ini," pungkasnya dengan humble.
Langganan:
Postingan (Atom)