Kamis, 31 Januari 2013

Peringatan Hari Jilbab Sedunia

Hari Hijab Sedunia mulai diperingati 1 Februari 2013, dengan menyerukan perempuan non Muslim untuk menggunakan jilbab. Apakah langkah ini dapat meningkatkan toleransi dan saling memahami?

"Saya tidak terlatih menggunakan apa yang anda sebut sebagai jilbab, anda tinggal memasukannya ke kepala anda. Tetapi saya menemukan bahwa jangkauannya sangat luas. "

Itu yang dikatakan Jess Rhodes, 21 tahun, seorang mahasiswi dari Norwich Inggris. Dia sangat ingin mencoba penutup kepala, tetapi sebagai seorang non Muslim dia tak pernah berpikir bahwa itu merupakan sebuah pilihan.

Jadi ketika temannya memberikan peluang untuk memakai jilbab, dia menyanggupinya. "Dia meyakinkan saya bahwa saya tidak perlu menjadi Muslim, ini hanya soal kesopanan, meskipun dikaitkan dengan Islam, jaid saya pikir, mengapa tidak?"

Rhodes merupakan salah satu dari ratusan non Muslim yang akan menggunakan jilbab dalam peringatan pertama Hari Hijab Sedunia pada 1 Februari.

Jejaring sosial


Peringatan yang diorganisir oleh seorang perempuan asal New York, Nazma Khan, dan disebarkan melalui situs jejaring sosial ini telah menarik perhatian Muslim dan non Muslim di lebih dari 50 negara di seluruh dunia.

Bagi banyak orang, hijab merupakan simbol penindasan dan perbedaan. Dan menjadi perdebatan mengenai Islam di negara-negara Barat.

Hari Hijab Sedunia dirancang untuk meredakan kontroversi itu. Dan mendorong perempuan non Muslim (atau perempuan Muslim yang tidak menggunakannya) untuk menggunakan dan mengalami seperti apa menggunakan jilbab, sebagai bagian dari upaya untuk saling memahami.

"Tumbuh di Bronx, di NYC, saya mengalami diskriminasi yang besar karena hijab saya," kata penyelenggara Khan, yang pindah ke New York dari Bangladesh pada usia 11 tahun. Dia merupakan satu satunya Hijabi (istilah untuk pemakai jilbab) di sekolahnya.

"Di sekolah menengah saya merupakan 'Batman' atau 'ninja,'" kata dia. "Ketika saya kuliah tak lama setelah peristiwa 9/11, jadi mereka memanggil saya Osama Bin Laden atau teroris. Itu sangat mengerikan. Saya berpikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah jika kita meminta rekan kita untuk merasakan sendiri pengalaman berhijab."

Khan tidak menyangka akan mendapatkan dukungan dari seluruh dunia. Dia mengatakan telah dihubungi oleh puluhan orang dari berbagai negara, termasuk Inggris, Australia, India, Pakistan, Perancis dan Jerman. Informasi mengenai kelompok ini telah diterjemahkan kedalam 22 bahasa.

Melalui jejaring sosial ini, Jess Rhodes terlibat. Rekannya Widyan Al Ubudy tinggal di Australia dan meminta teman Facebooknya untuk ikut terlibat.

Reaksi

"Orangtua saya, reaksi alaminya adalah mempertanyakan apakah ini merupakan ide yang baik," kata Rhodes, yang memutuskan untuk menggunakan jilbab selama satu bulan. Mereka khawatir saya akan diserang di jalanan karena adanya kesenjangan toleransi."

Rhodes juga khawatir dengan reaksi ini, tetapi setelah delapan hari menggunakan jilbab dia terkejut dengan situasi positif yang dialaminya. "Saya tidak dapat menjelaskan tetapi orang-orang sangat membantu, terutama di toko-toko," kata dia.

Esther Dale, 28 tahun, yang tinggal di negara bagian California AS, merupakan seorang perempuan non MUslim lain yang mencoba menggunakan jilbab pada hari ini.

Ibu dari tiga anak ini diberitahu oleh seorang temannya yang merupakan seorang 'hijabi'.

Sebagai penganut Mormon, Dale paham pentingnya keyakinan dalam kehidupan sehari-hari, dan tuduhan yang didapat karena pakaian yang dikenakan. Dia mengetahui stigma terhadap penutup kepala dan berharap kesempatan ini dapat digunakan untuk menghapusnya.

"Saya mengetahui mengenai kesantunan dalam perilaku, tidak hanya pakaian dan ini hanya merupakan asumsi yang salah bahwa perempuan menggunakannya jika mereka dipaksa - terutama di AS," kata dia. "Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mendidik orang bahwa anda tidak dapat memberikan tuduhan yang akurat mengenai seseorang berdasarkan apa yang mereka kenakan," kata Dale.

Hacker Lumpuhkan Jejaring Pemerintah AS

Peretas, Sabtu (26/1), melumpuhkan jejaring Departemen Kehakiman AS. Serangan diduga sebagai aksi pembalasan terhadap kematian seorang pegiat internet.
Jejaring Sentencing Commission Amerika Serikat, lembaga yang bertanggungjawab bagi panduan penjatuhan hukuman federal, dilumpuhkan. Para peretas juga mengirim pesan yang menuntut AS memperbarui sistem kehakimannya
Karena jika tidak, peretas mengancam akan membocorkan informasi sensitif yang diperoleh dalam serangan tersebut.
''Menurut sejumlah berita, kelompok peretas yang memiliki reputasi negatif 'Anonymous' dicurigai berada di belakang serangan itu,'' kata Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.
Beberapa laporan mengutip surat kelompok itu mengatakan bahwa mereka meretas jejaring tersebut untuk membalas dendam atas kematian Aaron Swatz. Pegiat internet yang bunuh diri pada bulan ini.
Beberapa laporan menunjukkan jaksa penuntut umum federal secara agresif telah memburu Swartz. Dia diduga mengunduh jutaan artikel akademis untuk dibagikan gratis. Swartz akhirnya bunuh diri pada 11 Januari.
Ia menghadapi tuduhan melakukan kejahatan terhadap komputer federal. Swartz dapat menghadapi hukuman sampai 35 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Hecker,Peretas Cina Susupi New York Times 4 Bulan

Peretas asal Cina dilaporkan telah menyusup ke New York Times selama 4 bulan secara terus menerus. Serangan itu bertepatan dengan keluarnya sebuah laporan tentang kekayaan keluarga Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, yang mencapai miliaran dolar.

Para peretas menggunakan metode seperti militer Cina yang menarget email dari penulis laporan tersebut. Padahal, Menteri Pertahanan Cina mengatakan, meretas laporan tersebut merupakan tindakan ilegal.

Menurut surat kabar itu, peretas pertama masuk ke dalam sistem komputer pada September ketika laporan terkait Wen hampir selesai. Laporan tersebut dihentikan pemerintah Cina dengan kesepakatan bisnis senilai 2,7 miliar dolar AS. Laporan itu juga tidak menuduh Perdana Menteri Cina melakukan kesalahan.

BBC menulis Cina sangat sensitif terhadap laporan tentang pemimpinnya, terutama terkait kekayaan mereka. New York Times mengatakan, peretas fokus pada komputer David Barboza, kepala biro di Shanghai yang menulis laporan tersebut, serta salah seorang pendahulunya, Jim Yardley,

Perusahaan keamanan internet, Mardiant yang disewa surat kabar tersebut melacak serangan peretas. Mereka melaporkan peretas telah diketahui gerakannya selama empat bulan terakhir untuk melihat pola dan bisa diblokir.

Para peretas telah menginstal malware yang membuat mereka mampu mengakses komputer dalam jaringan New York Times. Mereka mencuri password setiap karyawan dan mengakses 53 komputer individu yang sebagian besar di luar kantor Times.

Untuk menyembunyikan serangan, saluran dihubungkan melalui komputer di universitas AS. Media tersebut menemukan serangan mulai dari komputer universitas yang digunakan oleh militer Cina untuk menyerang kontraktor militer AS di masa lalu.

Mereka menemukan peretas mulai bekerja pada pukul 08.00 waktu Beijing. Surat kabar itu mengatakan tidak ada data pribadi staf atau pelanggan yang dicuri. Mereka juga mengatakan tidak ada upaya untuk menutup situsnya.

"Mereka bisa mendatangkan malapetaka pada sistem kami. Mereka mencari orang yang menyediakan informasi kepada Barboza, " ungkap kepala informasi, Marc Frons.

Peretas Cina Susupi New York Times 4 Bulan


Guardiola siap rebut Lewandowski dari United

Pep Guardiola memang belum bekerja di Bayern Munich, namun ia sudah menyusun sejumlah agenda penambahan amunisi. Salah satunya adalah membajak Robert Lewandowski dari incaran Manchester United.
Mesin gol Borussia Dortmund asal Polandia itu dikabarkan sudah menjalin kesepakatan untuk hengkang ke Old Trafford di akhir musim nanti. Namun Sport1 melaporkan jika Guardiola sudah meminta manajemen Die Roten bergerak mengamankan servis Lewandowski.
Langkah tersebut dipastikan akan meningkatkan tensi di antara Bayern dan Dortmund. Terutama setelah kubu Die Borussen bersikeras tak akan menjual pemain bintangnya ke rival sesama klub Bundesliga.
Namun situasi tersebut tak membuat Guardiola mengurungkan minatnya. Ia dilaporkan menganggap Lewandowski sosok penyerang tengah yang ideal untuk poros kekuatan timnya musim depan.

Gus Dur setara Luther King Jr, sama-sama terinspirasi Gandhi

Amerika Serikat menganugerahi 'Legacies of Pluralisme, Diversity and Democracy' kepada almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan tokoh dunia Martin Luther King, Jr. Menurut anak Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau Alissa Wahid, Amerika menilai tindakan ayahnya dengan Martin sama-sama untuk memperjuangkan kesetaraan.

"Amerika Serikat memperingati Martin Luther King Day sekaligus tribute to Gus dur, mereka menilai beliau (Gus Dur) memiliki nilai perjuangan yang mirip dengan Martin. Keduanya sama-sama mempengaruhi kehidupan luas, berjuang dalam kesetaraan serta perubahan nasib orang banyak," ujar Alissa ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (23/1).

Alissa mengatakan, sebenarnya Martin dan Gus Dur beranjak dari posisi berlawanan tetapi keduanya terinspirasi dari tokoh yang sama, Mahatma Gandhi. Menurut dia, Gus Dur berjuang hak asasi bagi kaum minoritas di Indonesia untuk kesetaraan. Sedangkan Martin dari kaum yang tertindas kemudian melawan penindasan tersebut.

"Kalau di Amerika Serikat jika Martin tidak memperjuangkan mati-matian, tidak mungkin Barack Obama bisa jadi presiden. Dampak perjuangan Martin sangat besar untuk bangsa Amerika serikat," kata dia.

Menurut Alissa, Gus Dur memegang prinsip perjuangan yang damai tanpa kekerasan atau non violent dalam berjuang untuk kesetaraan minoritas.

Sebelumnya, acara penganugerahan yang diadakan di Surabaya, Konsulat Jenderal Amerika Serikat Joaquin Monserrate mengatakan, acara ini diadakan untuk mengenang tokoh hak asasi manusia (HAM) Amerika Serikat dan Indonesia.

"Acara ini juga dihadiri berbagai kalangan, termasuk pemerintahan, akademisi, tokoh politik, pemuka agama serta pimpinan media terkemuka," kata Monserrate di sela acara, Surabaya, Selasa (22/1).

Selasa, 22 Januari 2013

Iniesta: I'll miss Valdes

Barcelona midfielder Andres Iniesta, claimed to not know whether Victor Valdes will still be a keeper team next season. However, he said, if Valdes goes, he will miss her.

"He has been here for 20 years and he gives everything for the team, supporters, and colleagues. Involvement in each game level is 110 percent," said Iniesta.

"Every one of us set up his own life and decisions. To me, he is the best goalkeeper in the world. I'll miss him when he's not here."

"The opinion of people about him should not change just because of a decision he made. Event that is so, it is unfair and unacceptable. People will continue to support Victor and the team. We need supporters to face the challenges ahead of us, "he said.

Contract goalkeeper Victor Valdes in the Barcelona expire in June 2014. On Thursday (17/01/2013), Valdes said he would not renew his contract. Barcelona also consider looking for a new goalkeeper and took Valdes this season.
"From a professional point of view, we believe that Victor will continue to provide the best for this club. Based on that, we now have to work together given on June 30, 2014, Victor is no longer a Barcelona player. We will find the best possible solution we have best team, "said Barcelona sporting director, Andoni Zubizarreta.