Rabu, 05 Oktober 2011

Benitez: Moratti Banyak Salah

Semenjak memecat Rafael Benitez, Desember 2010 lalu, Inter Milan sudah tiga kali berganti pelatih. Menurut Benitez, itu bukan kebetulan, melainkan buah keputusan Presiden Inter, Massimo Moratti, yang memecatnya. Ia juga mengatakan, keputusan itu adalah salah satu dari banyak kesalahan lain yang dilakukan Moratti.
"Meski saya membawa mereka meraih dua trofi, 'I Nerazzurri' tak berlaku baik kepada saya. Mereka tak mengerti nilai saya sebagai seorang pelatih dan ini menjadi sesuatu yang terus membuat saya merasa sakit," ujar Benitez.
"Moratti adalah orang yang melakukan banyak kesalahan. Mungkin terlalu banyak. Bukan kebetulan ada tiga pelatih setelah saya," tambahnya.
Benitez menukangi Inter pada Juni 2010 menggantikan Jose Mourinho, yang pindah ke Real Madrid. Inter ditinggal Mourinho dalam keadaan menyandang status juara Serie-A, Piala Italia, dan Liga Champions. Di tangan Benitez, Inter menjuarai Piala Super Italia dan Piala Dunia Antarklub.
Setelah membawa Inter menjuarai Piala Dunia Antarklub pada Desember 2010, Benitez meminta Inter membeli empat atau lima pemain pada bursa transfer Januari 2011. Benitez juga mengatakan akan meminta agennya meninjau kesepakatan kerja samanya dengan Inter, jika permintaan itu tak dikabulkan. Tak lama setelahnya, Benitez dipecat.
Legenda Inter, Sandro Mazzola, menilai tak ada yang salah dengan permintaan Benitez. Menurutnya, satu-satunya kesalahan, dan itu fatal, adalah Benitez tidak menyampaikan hal itu secara pribadi kepada Moratti atau manajemen klub, tetapi kepada media, dan itu dinilai tak sesuai dengan kultur Italia.
Benitez digantikan Leonardo. Pada akhir musim 2010-2011, Leonardo meninggalkan Inter untuk menjadi direktur teknik di Paris Saint Germain dengan warisan berupa Piala Italia. Inter menggantinya dengan Gian Piero Gasperini.
Gasperini dipecat setelah memimpin Inter mengarungi lima pertandingan dengan rekor tak pernah menang. Ia digantikan Claudio Ranieri. Bersama Ranieri, Inter telah melakoni tiga pertandingan dengan rekor dua kali menang dan sekali kalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar